Rabu, 18 Juli 2012

Macam macam Brownies




Walaupun sudah sering membuat Brownies Panggang,baik untuk dimakan sendiri maupun dijual, dengan resep Blueband, belum afdol rasanya kalau belum nyoba mbuat Pennylane Brownies yang ada di buku NCC dan rame dibicarakan di Milis NCC. Aku sudah baca berkali kali cara membuat dan resepnya, rasanya sih nggak terlalu sulit.

Minggu kemarin akhirnya aku coba buat. Dan memang mudah membuatnya. Nggak perlu mixer, telur dan gula cukup dikocok pakai kocokan manual aja, karena ternyata (kata yang sudah nyobain) kalau dikocok pakai mixer rasanya jadi mekar seperti bolu.
Setelah matang dan dingin, aku kasih DCC leleh. DCCnya agak banyak, karena Cinta dan Bapaknya adalah Chocolate Monsters.. :)

Pennylane Brownies belum dikasih topping coklat. 1 Resep jadi 2 loyang.

Resepnya ada dibuku ini :


Untuk campuran adonan, aku kasih almond slices, karena berdasarkan pengalamanku kemarin kemarin, kenari kalau dipakai bikin kue rasanya kok agak agak gimanaaaaa gitu. Ternyata pilihan pakai almond slices ini memuaskan. Rasanya renyah. Pakai chocolate chip juga. Gulanya aku kurangin dikit biar nggak terlalu manis.




Pennylane Brownies, the inside

Tari Barong dan Tari Kecak


Bukan hanya keindahan alamnya saja yang menarik dari Bali, namun keagungan tradisi masyarakatnya juga banyak menarik bahkan banyak dikaji oleh orang-orang diluar Bali. Sebagaimana diketahui Bali memang kaya akan berbagai kesenian tradisional, pakaian adat, bahasa, dan tradisi keagamaan yang mewarnai realitas kehidupan masyarakat Bali. Ialah Tari Barong dan Tari Kecak yang menjadi salah satu tarian tradisional khas Bali yang sudah terkenal kemana-mana.
Apa menariknya dari kedua tarian ini? Kedua tarian ini bisa dikata sebagai ikon kesenian tradisional Bali yang diangkat ke level nasional bahkan internasional. Seringkali kedua tarian ini dijadikan sebagai media promosi efektif paket-paket wisata di Bali oleh berbagai agen dan biro perjalanan wisata. Bahkan hampir seluruh agen maupun biro perjalanan wisata ke Bali selalu mengajak tamunya untuk menyaksikan Tari Barong dan Tari Kecak ini.
Pada umumnya, kedua tarian ini diadakan oleh sebuah kelompok (Sakeha) seni tari tradisional yang ada di setia-setiap desa di Bali. Seperti di Desa Batubulan misalnya, terdapat beberapa Sakeha yang memiliki jenis tarian yang sama dengan Sekeha lainnya. Perbedaan diantara kelompok-kelompok itu ada pada bentuk pelayanan dan tempat pertunjukkannya saja. Pada setiap pertunjukkan di Batubulan, biasanya tarian pertama yang digelar adalah Tarian Barong yang digabung dengan Tari Keris sehingga keduanya dikenal dengan Tari Barong dan Tari Keris.
Tari Barong
Tari Barong mengambarkan pertarungan yang sengit antara kebaikan melawan kejahatan. Barong vs Rangda ialah dua eksponen yang saling kontradiktif satu dengan yang lainnya. Barong dilambangkan dengan kebaikan, dan lawannya Rangda ialah manifestasi dari kejahatan. Tari Barong biasanya diperankan oleh dua penari yang memakai topeng mirip harimau sama halnya dengan kebudayaan Barongsai dalam kebudayaan China. Sedangkan Rangda berupa topeng yang berwajah menyeramkan dengan dua gigi taring runcing di mulutnya.
Tari Kecak
Tari Kecak pertama kali diciptakan pada tahun 1930 yang dimainkan oleh laki-laki. Tari ini biasanya diperankan oleh banyak pemain laki-laki yang posisinya duduk berbaris membentuk sebuah lingkaran dengan diiringi oleh irama tertentu yang menyeruakan “cak” secara berulang-ulang, sambil mengangkat kedua tangannya. Tari Kecak ini menggambarkan kisah Ramayana di mana saat barisan kera membantu Rama melawan Rahwana.
Selamat Menikmati!
sumber http://bali.panduanwisata.com/blog/tari-barong-dan-tari-kecak/

Menyambut Ramadhan

Oleh: Dr Muhammad Hariyadi, MA

Adalah Rasul SAW yang mempersiapkan diri betul menyambut kedatangan setiap bulan Ramadhan.

Persiapan Rasul tersebut bukan hanya bersifat jasmani, melainkan paduan jasmani dan rohani mengingat puasa sebagaimana ibadah yang lain adalah paduan ibadah jasmani dan rohani, di samping ibadah yang paling berat di antara ibadah wajib (fardu) lainnya.

Oleh sebab itu, ia disyariatkan paling akhir di antara ibadah wajib lainnya. Persiapan jasmani tersebut dilakukan oleh Rasul SAW melalui puasa Senin-Kamis dan puasa hari-hari putih (tanggal 13,14 dan 15) setiap bulan sejak bulan syawal hingga Sya’ban.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA bahwasanya Rasulullah SAW senantiasa puasa Senin dan Kamis. Dikatakan kepada beliau, “Wahai Rasul, engkau senantiasa puasa Senin dan Kamis.”

Beliau menjawab, “Sesungguhnya pada setiap hari Senin dan Kamis Allah SWT mengampuni dosa setiap Muslim, kecuali dua orang yang bermusuhan. Allah berfirman, ‘Tangguhkanlah keduanya sampai keduanya berdamai’.” (HR. Ibnu Majah).

Dalam kaitannya dengan puasa tiga hari setiap bulan, Rasul SAW bersabda kepada Abu Dzar Al-Ghifari RA, “Wahai Abu Dzar, jika engkau ingin berpuasa setiap bulan, maka puasalah tanggal 13,14 dan 15.” (HR. Tirmidzi).

Sedangkan persiapan rohani dilakukan oleh Rasul SAW melalui pembiasaan shalat tahajud setiap malam serta zikir setiap waktu dan kesempatan. Bahkan, shalat tahajud yang hukumnya sunah bagi kaum Muslimin menjadi wajib bagi pribadi Rasul SAW.

Diriwayatkan oleh Aisyah RA yang bertanya kepada Rasul SAW mengenai pembiasaan ssalat tahajud, padahal dosa-dosa beliau telah diampuni oleh Allah SWT, Rasul SAW menjawab dengan nada yang sangat indah, “Apakah tidak boleh aku menjadi hamba yang pandai bersyukur?”
Memasuki bulan Sya’ban, Rasul SAW meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadah puasa, qiyamul lail, zikir dan amal salehnya. Peningkatan tersebut dikarenakan semakin dekatnya bulan Ramadhan yang akan menjadi puncak aktifitas kesalehan dan spiritualitas seorang Muslim.

Jika biasanya dalam sebulan Rasul SAW berpuasa rata-rata 11 hari, maka di bulan Sya’ban ini beliau berpuasa hampir sebulan penuh. Dikisahkan oleh Aisyah RA bahwasanya, “Rasulullah banyak berpuasa (di bulan Sya’ban) sehingga kita mengatakan, beliau tidak pernah berbuka dan aku tidak pernah melihat Rasulullah berpuasa sebulan penuh kecuali puasa Ramadhan. Dan aku tidak pernah melihat Rasulullah banyak berpuasa (di luar Ramadhan) melebihi Sya’ban.” (HR. Bukhari-Muslim).

Dalam riwayat Usama bin Zayed RA dikatakan, “Aku bertanya kepada Rasul, ‘Wahai Rasulullah, Aku tidak melihatmu banyak berpuasa seperti di bulan Sya’ban?’ Beliau menjawab, ‘Sya’ban adalah bulan yang dilupakan manusia, letaknya antara Rajab dan Ramadhan. Di bulan tersebut amal manusia diangkat (ke langit) oleh Allah SWT dan aku menyukai pada saat amal diangkat aku dalam keadaan berpuasa’.” (HR. An-Nasa’i).

Sya’ban adalah bulan penutup rangkaian puasa sunah bagi Rasulullah SAW sebelum berpuasa penuh di bulan Ramadhan. Jika Rasul telah mempersiapkan penyambutan Ramadhan dengan berpuasa minimal 11 hari di luar Sya’ban dan 20-an hari di bulan Sya’ban, berarti untuk menyambut Ramadhan Rasulullah SAW telah berpuasa paling sedikitnya 130 hari atau sepertiga lebih dari jumlah hari dalam setahun.

Maka, hanya persiapan yang baiklah yang akan mendapat hasil yang baik, dan demikian pula sebaliknya. Semoga Allah SWT memberikan kesempatan kepada kita untuk mempersiapkan diri di bulan Sya’ban sehingga memperoleh hasil yang maksimal di akhir Ramadhan.

Khasiat buah pare

 
0
 
0
 
Rate This

pare
Buah pare terkenal akan
kepahitannya. Namun ternyata di balik itu, tanaman ini menyimpan khasiat yang
luar biasa. Mulai dari obat untuk mengatasi penyakit sehari-hari (disentri, bisul, dan sebagainya). Bahkan penelitian terakhir
menyimpulkan bahwa buah
pare dapat dipercaya sebagai
penghambat laju kerja virus
HIV penyebab AIDS.
Adalah peneliti dari Chisenese
University of Hongkong yang
membawa berita
mencengangkan tersebut.
Mereka berhasil mengisolasi
dua jenis protein yang
terkandung dalam buah pare
— diberi nama protein Alpha
dan Beta — dimana keduanya
mampu menghambat
perkembangan virus HIV-AIDS.
Sebuah hasil uji lab di New
York University School of
Medicine melengkapi
kesaktian buah pare dengan
menemukan protein jenis
ketiga — bernama MAP 30 —
yang lagi-lagi juga ampuh
untuk mencegah laju HIV.
Kapsul berisi bubuk biji pare
sudah lazim dipasarkan di AS
dan berkat terapi pare, para
pengidap HIV-AIDS di Thailand
dan AS secara klinis tampak
lebih sehat dan berat
badannya meningkat. Tak
berlebihan jika kiranya para
peneliti optimis dalam 10
tahun ke depan bakal
ditemukan obat yang benar-
benar manjur untuk mengatasi
virus HIV-AIDS.
Selain sebagai senjata ampun
melawan virus HIV, pare juga
dikenal sebagai idola bagi
para pengidap diabetes
karena dipercaya mampu
mengembalikan kadar gula
kadar. Ini berkat kandungan
zat serupa sulfonilurea, yang
mampu merangsang sel beta
kelenjar pankreas untuk
memproduksi hormon insulin
lebih banyak dan
meningkatkan simpanan
cadangan gula darah pada
hati, sehingga gula yang
beredar dalam darah dapat
dikendalikan.
Saat ini tanaman pare sudah
dibudidayakan di berbagai
daerah di wilayah nusantara.
Umumnya, pembudidayaan
dilakukan sebagai usaha
sampingan. Pare dapat
ditanam di lahan pekarangan,
tegalan, atau sawah bekas
padi sebagai penyelang pada
musim kemarau.
Berikut ini beberapa manfaat
lain dari buah pare:
menyembuhkan disentri,
kencing manis, bisul
bronkhitis, cacing kremi,
wasir, penyakit kulit, sifilis,
dan kencing nanah;
menambah ASI, serta
menyuburkan rambut.

Trik internet gratis Telkomsel

Yang namanya gratis alias gretongan tentu banyak yang nyari. Dan setelah saya melakukan ritual googling ada beberapa trik internet yang patut anda coba, berikut ini trik internetan gratis khusus untuk pengguna Telkomsel.
Pertama kali yang harus anda lakukan tentunya adalah download applikasi Opmin handlernya, bisa anda lakukan melalui alamat berikut :
http://handler.kan.su/
http://fronzywap.xtgem.com/
Kemudian Set Hp standar aja lah dari operator dan set Opmin-nya sbb :
-HTTP Server: http://mini5.opera-mini.net:80/
-Socket Server: socket://mini5.opera-mini.net:1080/
-ProxyType: Host
-ProxyServer: cpe.dech.com
-yang lain gak usah di apa2in
smsc.hexat.com

Macam macam wayang




Ki Lurah Bagong adalah nama salah satu tokoh panakawan dalam kisah pewayangan yang berkembang di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Tokoh ini dikisahkan sebagai anak bungsu Semar. Dalam pewayangan Sunda juga terdapat tokoh panakawan yang identik dengan Bagong (dalam bahasa Sunda: bagong berarti babi hutan, celeng), yaitu Cepot atau Astrajingga, adalah anak tertua Semar, dan di versi wayang golek purwa- Sunda terkenal dengan sebutan Cepot atau Astrajingga , disebut juga Gurubug atau Kardun, sedang di Jawa Timur lebih dikenal dengan nama Jamblahita. Di daerah Banyumas, panakawan ini lebih terkenal dengan sebutan Bawor, Pada wayang Banjar – Kalimantan Selatan ia dipanggil Begung.






Wayang raksasa muda dipergunakan untuk lakon umum yang menampilkan adegan raksasa. Disebut raja raksasa muda karena raja tersebut belum bermahkota. Wayang ini digunakan dalam cerita dimana ada Raja Sabrangan Bagus bermusuhan dan berperang dan diakhiri dengan tewasnya raja seberang tersebut.
Wayang raksasa muda dipergunakan untuk lakon umum yang menampilkan adegan raksasa. Disebut raja raksasa muda karena raja tersebut belum bermahkota. Wayang ini digunakan dalam cerita dimana ada Raja Sabrangan Bagus bermusuhan dan berperang dan diakhiri dengan tewasnya raja seberang tersebut.

Masih banyak jenis-jenis wayang yang masih kita pelajari.......